Cara Resign yang Baik agar Tidak Meninggalkan Kesan Buruk

Dalam dunia pekerjaan, kita seringkali dihadapkan pada banyak pilihan, salah satunya adalah melanjutkan atau berhenti. Sebelum memutuskan langkah yang akan diambil, baiknya kita memikirkan segala konsekuensi juga berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika lanjut adalah pilihan, maka Anda harus bekerja sebaik mungkin. Namun, jika harus berhenti, ketahuilah cara resign yang baik agar kredibilitas tetap terjaga.

Banyak alasan yang membuat seseorang mundur dari pekerjaannya saat ini. Bisa karena mendapat tawaran yang lebih baik di tempat lain, merasa stuck, ingin memulai bisnis dan lain sebagainya. Apakah Anda salah satu diantaranya?

Walau bagaimanapun, tetaplah jaga hubungan baikAnda dengan perusahaan ya, tinggalkan kesan yang baiksaat akan berhenti. Untuk itu, sebaiknya Anda harus mengetahui cara resign yang baik dan benar.

8 Cara Resign yang Baik dan Sopan dari Perusahaan

Saat memutuskan akan berhenti dari perusahaan, Anda harus tahu tata cara mengundurkan diri yang baik terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya persepsi serta citra buruk diri Anda di mata perusahaan. Lalu, bagaimana cara resign yang baik itu? Simak beberapa poin di bawah ini.

1. Resign di Waktu yang Tepat

Waktu menjadi salah satu hal yang harus Anda perhatikan,saat akan berhenti dari sebuah perusahaan. Ingat, jangan mendadak ya. Hal itu karena bisa merusak ritme kerja kantor. Pertimbangkan waktu sematang mungkin.

Biasanya, Anda bisa keluar dari perusahaan setelah one month notice atau satu bulan setelah pengajuan, paling cepat setidaknya dua minggu, tergantung peraturan yang berlaku. Hal itu bertujuan agar tempat Anda bekerja memiliki waktu untuk menemukan kandidat dan memilih seseorang yang akan bekerja untuk menggantikan Anda.

2. Ikuti Aturan Perusahaan

Salah satu cara resign kerjayang baik adalah dengan mengikuti aturan perusahaan. Pelajari atau baca kembali hal-hal yang telah Anda dan perusahaan sepakati. Jangan sampai pengunduran diri Anda merugikan salah satu pihak.

Hindari berperilaku seenaknya karena merasa diri Anda akan keluar dari perusahaan. Jika hal itu yang Anda lakukan, kesan buruk yang akan tertanam nantinya. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang mengerti dan memegang teguh aturan perusahaan.

Seorang karyawan yang baik dan berintegritas tinggi, ketika mengajukan pengunduran diri ia akan mengetahui cara resign yang baik, dengan sebelumnya memahami betul aturan perusahaan tentang rekrutmen juga pengunduran diri karyawan.

3. Meminta Izin Atasan Terlebih Dahulu

Salah satu cara izin pengunduran diri yang baik adalah dengan membicarakannya terlebih dahulu bersama atasan langsung di kantor. Komunikasikan semuanya dengan baik dan sopan. Bicarakan alasan pengunduran diri Anda, visi Anda untuk kedepannya, tanpa harus mencari celah atau mengungkit kekurangan dari perusahaan saat ini.

Carilah waktu yang tepat saat Anda mengajaknya berbicara. Kurang disarankan untuk Anda menyampaikan hal ini lewat chat atau tidak dengan tatap muka langsung. Bagaimanapun,ia adalah atasan yang selayaknya Anda hormati.

Setelah Anda menyampaikan hal-hal terkait masalah pengunduran diri pada atasan dan diberi izin, selanjutnya Anda diperbolehkan untuk mengutarakannya pada teman-teman di kantor. Hindari menyebarluaskan berita tentang pilihan resign, sebelum semuanya jelas.

4. Buatlah Surat Pengunduran Diri

Berikutnya, jika telah berbicara langsung kepada atasan, cara resignkerja yang baik berikutnya adalah dengan membuat surat pengunduran diri. Setelah ngomong bahwa Anda akan segera keluar, urusan pengunduran diri bukan berarti selesai begitu saja. Surat resign ini dibuat sebagai bentuk etika Anda kepada perusahaan.

Ketika pertama kali masuk kantor, Anda diterima dengan baik. Nah, ketika Anda memutuskan keluar pun harus dengan tata cara yang baik pula, salah satunya denga membuat surat pengunduran diri. Membuat surat pengunduran diri  bukanlah suatu hal yang sulit, kan?

Pilihlah kata-kata sebaik mungkin, jangan gunakan kalimat yang menyinggung saat menuliskan surat pengunduran diri, hal tersebut karena dengan tulisan terasa menjadi lebih resmi dari Anda untuk perusahaan.

5. Jangan Melupakan Kewajiban

Poin yang satu ini sangat memerihatkan etos dan kredibilitas kerja Anda. Tidak lama lagi Anda memang akan keluar dari kantor tersebut, tapi bukan berati segala tugas dan tanggung jawab Anda diabaikan begitu saja.

Selesaikan apa yang telah Anda mulai. Rampungkan segala kewajiban dan hal-hal yang menjadi jobdesk Anda. Jika ada beberapa yang harus didelegasikan, catatlah dan sampaikan kepada rekan kerja Anda. Jadikan diri Anda sebagai orang yang bertanggung jawab.

Jangan lupa Anda kumpulkan seluruh file penting, surat menyurat maupun data yang terkait dengan pekerjaan.Hal ini tentu saja akan memudahkan tugas teman satu tim. Jadi, setelah keluar nanti, segala bentuk tanggung jawab telah rampungAnda hanya tinggal menerima apa yang menjadi hak.

6. Mengembaikan Barang Milik Kantor

Selama bekerja, mungkin Anda difasilitasi dengan beberapa penunjang oleh perusahaan. Seperti halnya alat komunikasi, laptop, hard disk, maupun kendaraan bermotor. Maka, ketika Anda resign, kembalikanlah itu semua pada perusahaan.

Mengembalikan benda-benda tersebut tepat waktu. Hal itu merupakan cara resign kerja yang baik dan harus dilakukan. Jangan sampai Anda ditagih oleh perusahaan terlebih dulu,ya. Ingat, barang-barang tersebut bukan milik pribadi. Jadi,jangan merasa keenakan.

Hal yang berikutnya, kita biasa mencampur data pribadi ke dalam fasilitas kantor, seperti pada laptop juga HP. Sebelum resignhapuslah data-data pribadi Anda terlebih dahulu. Cek dan pastikan kembali semuanya sudah clear, ya.

7. Apresiasi Perusahaan

Terkadang, ketidaknyamanan dengan perusahaanlah salah satu penyebab seorang karyawan mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi, bukan berarti Anda bisa keluar dengan seenaknya. Bagaimanapun, perusahaanlah yang telah membantu Anda sampai di titik ini.

Pengalaman adalah salah satu hal yang tidak dapat Anda beli. Apa yang sudah Anda dapat dari kantor, bisa menjadi bekal sekaligus pelajaran di tempat yang baru nanti. Maka, sebagai salah satu bentuk kesopanan, sampaikanlah apresiasi pada perusahaan.

Jaga pula komunikasi dan tali silaturahmi dengan teman-teman kantor, karena setelah keluar nanti, bisa jadi kalian akan saling membutuhkan. Ingatlah,siapa orang yang membantu dan mengisi hari-hari Anda selama bekerja.

8. Etika saat Pamit

Saat Anda berada di hari terakhir,sampaikan penghargaan, terimakasih, serta rasa syukur kepada semua yang pernah terlibat dalam pembentukan karir Anda di tempat itu. Gunakan kata-kata yang baik, juga bersikaplah menyenangkan. Buatlah hari terakhirmu menjadi moment baik yang bisa dikenang oleh Anda dan kawan-kawan di kantor.

Baca Juga: Hal yang perlu disiapkan sebelum Resign

Ketika tekad dan alasan untuk resign dari kantor sudah bulat, saatnya Anda menentukan langkah untuk menyampaikan hal ini pada perusahaan. Pastikan langkah yang Anda ambil merupaka cara resign yang baik, sopan dan beretika, sehingga tidak ada kesan buruk yang tertinggal.

…………..

Pemilihan waktu yang tepat merupakan langkah pertama yang harus Anda tentukan. Selanjutnya adalah bicarakan alasan mengapa Anda berniat mengundurkan diri pada atasan, ajukan dengan merujuk pada peraturan kantor, jangan lupakan ucapkan terimakasih karena perusahaan telah berjasa.

Terakhir, buatlah moment berkesan untuk rekan-rekan yang ditinggalkan. Selamat memulai petualangan baru, ya.